Pemrograman Terstruktur & Berorientasi Objek Lanjut: Dari Class, Object, sampai Inheritance
Web Development

Pemrograman Terstruktur & Berorientasi Objek Lanjut: Dari Class, Object, sampai Inheritance

Materi Pemrograman Berbasis Teks, Grafis, dan Multimedia — Fase F, Kelas XI RPL. Memahami paradigma OOP, Encapsulation, Inheritance, dan Polymorphism.

Dalam dunia rekayasa perangkat lunak modern, menulis kode yang sekadar “jalan” tidaklah cukup. Kode yang kita bangun harus mudah dipelihara (maintainable), mudah dikembangkan (scalable), dan dapat digunakan kembali (reusable).

Untuk mencapai hal tersebut, para pengembang aplikasi menggunakan paradigma Object-Oriented Programming (OOP) / Pemrograman Berorientasi Objek.


Konsep Dasar: Class dan Object

  • Class (Cetakan / Blueprint): Rancangan abstrak yang mendefinisikan atribut (property) dan perilaku (method).
  • Object (Wujud Nyata): Hasil instansiasi dari sebuah Class.
// Contoh Class di Java
public class Mobil {
    String merk;
    String warna;
    int kecepatanMaks;

    void jalankan() {
        System.out.println("Mobil " + merk + " melaju!");
    }
}

4 Pilar Utama OOP

  1. Encapsulation (Pembungkusan Data): Menyembunyikan detail internal objek dan hanya menyediakan akses melalui method getter & setter.
  2. Inheritance (Pewarisan Sifat): Kemampuan sebuah class anak (subclass) untuk mewarisi atribut dan method dari class induk (superclass).
  3. Polymorphism (Banyak Bentuk): Kemampuan method untuk memiliki perilaku yang berbeda tergantung pada objek yang memanggilnya (Overriding & Overloading).
  4. Abstraction (Abstraksi): Menyembunyikan kompleksitas implementasi dan hanya menampilkan fungsi penting kepada pengguna.

Kuasai konsep OOP ini untuk menjadi pengembang perangkat lunak profesional di industri software house!